Kamis, 26 April 2012

Pendeta Anglikan Selandia Baru Klaim Yesus 'Kemungkinan' Gay

posted by: Dunia Andromeda
Apakah Yesus seorang gay? Mungkin saja! Itulah sekelumit kata-kata kontroversial yang diungkapkan seorang pendeta Anglican Ortodox Paul Oestreicher.Seperti yang dilansir oleh kantor berita CBS, Senin (23/04/2012), Pendeta kelahiran Selandia Baru itu mengklaim bahwa Yesus bisa jadi seorang homoseksual. 

Oestriecher mengungkapkan bukti kuat mengenai kemungkinan adanya hubungan Yesus dengan Yohanes Sang Pembaptis dalam sebuah tulisan yang dibuatnya di kolom harian Guardian. "Yohanes memiliki tempat khusus dalam hati Yesus,".


Dalam satu tulisannya ia menyebut bahwa hubungan istimewa di antara keduanya dapat terlihat saat Perjamuan Terakhir. "Yohanes duduk di sebelah Yesus. Dia sering meletakkan kepalanya di atas dada Yesus,".
Selain itu, Oestriecher menambahkan bahwa anggapan mengenai dirinya memiliki hubungan spesial dengan Mary Magdalene sebagai kisah fiksional karena didasarkan atas cerita non-bible.

"Di lain pihak, bukti bahwa dia mungkin sebagai orang yang biasa kita sebut gay saat ini, sangat kuat,".
Oestriecher mengungkapkan dirinya mengulas permasalahan ini akibat dalamnya gap atau konflik  antara gereja dengan kaum gay dan lesbi. Selama ini ajaran Nasrani memang mengharamkan gay dan lesbian.

"Saya melihat hal ini sebagai tindakan penyesalan atas penderitaan dan penganiayaan terhadap orang homoseksual yang masih bertahan di banyak gereja,"
Meski begitu di bagian penutup, Oestriecher menegaskan dirinya tidak peduli mengenai isu apakah Yesus memang benar-benar gay atau bukan. Menurutnya yang terpenting adalah banyak kaum gay dan lesbi yang menjadi penyembah dan pengikut setia Yesus.

"Yang terpenting dalam konteks ini adalah ada banyak orang gay dan lesbi yang menjadi pengikut Yesus,"
Sebelumnya kontroversi mengenai Yesus sebagai seorang gay sempat dilontarkan oleh penyanyi tenar asal Inggris, Sir John Elton.

"Saya pikir Yesus adalah seorang penyayang, seorang gay yang super pintar yang mengerti masalah manusia," ungkapnya saat diwawancara oleh majalah Amerika, Parade.
Pernyataan tersebut kontan memicu kemarahan  umat Kristiani di Amerika Serikat. Mereka menyebut penyataan itu sebagai pelecehan terhadap agama.


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...